Amerika Serikat Kembali Jatuhkan Sanksi Tambahan Kepada Rusia, Ini Rinciannya

- Redaksi

Jumat, 25 Februari 2022 - 02:17 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 11 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WASHINGTON, SALAMTIMOR.COM — Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, kembali menjatuhkan sanksi untuk Rusia. Ini merupakan kali kedua Biden mengumumkan sanksi untuk Rusia.

“Ini akan membebani ekonomi Rusia, baik dalam waktu dekat, maupun dari waktu ke waktu. Kami sengaja merancang sanksi ini untuk memaksimalkan dampak jangka panjang terhadap Rusia dan untuk meminimalkan dampak pada Amerika Serikat dan sekutu kami,” kata Biden saat konferensi pers dikutip dari CNN, Jumat (25/2).

Sanksi tambahan ini dijatuhkan setelah Rusia menyerang Ukraina. Berikut rinciannya:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

  1. Membatasi Rusia untuk melakukan bisnis dalam dolar, euro, pounds, dan yen termasuk membatasi Rusia menjadi bagian dari ekonomi global;
  2. Menghentikan bantuan untuk membiayai dan menumbuhkan militer Rusia;
  3. Mengganggu Rusia untuk bersaing dalam ekonomi abad ke-21 yang berteknologi tinggi;
  4. Membekukan aset mencapai 1 triliun dolar AS terhadap bank Rusia di AS;
  5. Memutuskan lembaga keuangan terbesar Rusia, Sberbank dan 25 anak perusahaannya dari sistem keuangan AS. Sebagai catatan, Sberbank memegang hampir sepertiga dari keseluruhan aset sektor perbankan Rusia;
  6. Pemblokiran penuh pada VTB Bank, bank terbesar kedua Rusia, dan 20 anak perusahaannya;
  7. Sanksi pemblokiran penuh pada tiga bank besar Rusia lainnya: Bank Otkritie, Sovcombank OJSC dan Novikombank;
  8. Membekukan 13 perusahaan dari pasar AS meliputi: Sberbank, AlfaBank, Bank Kredit Moskow, Gazprombank, Bank Pertanian Rusia, Gazprom, Gazprom Neft, Transneft, Rostelecom, RusHydro, Alrosa, Sovcomflot dan Russian Railways;
  9. Elite Rusia dan anggota keluarga masuk daftar hitam. Rincianya: Sergei Ivanov (dan putranya, Sergei), Andrey Patrushev (dan putranya Nikolai), Igor Sechin (dan putranya Ivan), Andrey Puchkov, Yuriy Solviev (dan dua perusahaan real estat yang dimilikinya), Galina Ulyutina dan Alexander Vedyakhin
  10. 24 orang dan perusahaan Belarusia termasuk dua bank milik negara, sembilan perusahaan pertahanan, dan tujuh pejabat dan elit yang terkait dengan rezim turut dijatuhi sanksi;
  11. Sanksi terhadap militer Rusia;
  12. Sanksi atas impor teknologi tertentu ke Rusia.

“Kami juga memblokir empat bank besar lagi. Itu berarti setiap aset yang mereka miliki di Amerika akan dibekukan,” kata Biden.

“Ini akan memakan waktu dan kita harus menunjukkan tekad, jadi dia tahu apa yang akan terjadi. Jadi orang-orang Rusia tahu apa yang dia bawa pada mereka. Itulah masalahnya. Ini akan memakan waktu,” tutur Biden.

Biden Enggan Berbicara dengan Putin

Dalam pidatonya, Biden juga kembali berbicara terkait kemungkinan dirinya akan berbicara dengan Putin. Sebelumnya, AS menyatakan Biden bersedia berbicara dengan Putin.

Akan tetapi, karena Putin sudah memutuskan berperang dengan Ukraina, Biden menegaskan dirinya tidak akan berbicara dengan Putin.

“Tidak ada rencana untuk berbicara,” kata Biden.

“Agresi Putin terhadap Ukraina pada akhirnya akan merugikan Rusia secara ekonomi dan strategis,” tambah dia.

Lebih lanjut, politikus Partai Demokrat AS itu mengatakan pihaknya bersama negara Barat akan terus berupaya menghentikan serangan Rusia.

“Pilihan Putin untuk membuat perang sama sekali tidak dapat dibenarkan. Itu membuat Rusia lebih lemah dan seluruh dunia lebih kuat,” tutup dia. (Sumber: Kumparan)

Berita Terkait

Presiden Palestina Tegaskan Aksi Militan Hamas Tidak Mewakili Rakyat Palestina
Fenomena Matahari Berwarna Merah Darah Gegerkan Warga AS
Pengadilan Kriminal Internasional Keluarkan Surat Penangkapan Putin, Ini Respon Moskow
Jose Ramos Horta Unggul Sementara Dalam Pilpres Timor Leste Putaran Kedua
Bantah Melarikan Diri, Presiden Ukraina: Saya di Sini, Kami Tidak Akan Meletakkan Senjata
40 Orang Tewas dan Banyak Tentara Terluka, Presiden Ukraina Minta Rakyat Bergabung Bela Negara
Rusia Lumpuhkan Semua Kekuatan Udara Militer Ukraina Hanya Dalam Waktu Satu Jam
DUTA BESAR RI HADIRI PERINGATAN HARI CENDANA DAN HUTAN NASIONAL DI MANATUTO

Berita Terkait

Jumat, 22 Desember 2023 - 01:30 WITA

Evaluasi Pelaksanaan Program, IDRIP Provinsi NTT Gelar Rakor Triwulan IV

Kamis, 7 Desember 2023 - 13:12 WITA

Dibangun Sejak Tahun 2020 Dengan Anggaran Rp. 173 Miliar, SPAM Kali Dendeng Kupang Diresmikan Presiden Jokowi

Kamis, 7 Desember 2023 - 10:40 WITA

Diresmikan Presiden Jokowi, RS dr. Ben Mboi Kupang Miliki Fasilitas Canggih dan Cukup Lengkap

Kamis, 23 November 2023 - 20:32 WITA

IDRIP Wilayah II NTT Bangun Ketangguhan Masyarakat Melalui Program DESTANA di Manggarai Barat dan Alor

Minggu, 19 November 2023 - 13:13 WITA

Kemenkes Terapkan Inovasi Wolbachia Atasi Penyakit Demam Berdarah

Rabu, 1 November 2023 - 07:19 WITA

IDRIP Provinsi NTT Kembali Gelar Rakor Triwulan III

Senin, 30 Oktober 2023 - 00:11 WITA

Peringati Bulan Bahasa 2023, UCB Gandeng UNDANA Kupang Gelar Seminar International Linguistik Terapan

Sabtu, 23 September 2023 - 10:47 WITA

Kembalikan Jam Sekolah Menjadi Pukul 07.00 Wita, Pj Gubernur NTT Tinjau Kegiatan Belajar Mengajar di SMA Negeri 1 Kupang

Berita Terbaru

TTS

Mahasiswa IPS Gelar Survey Pangan di Desa Bikekneno

Jumat, 5 Apr 2024 - 20:46 WITA