Wagub NTT Minta Para Atlet Junjung Sportivitas dan Toleransi Saat Buka Kejurnas Karate

- Redaksi

Kamis, 13 Juli 2023 - 10:45 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 14 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NTT, Salamtimor.com — Wakil Gubernur NTT Dr. Drs. Josef A. Nae Soi, MM (JNS) berkesempatan menghadiri dan membuka Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Karate Antar Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLP), Pusat Pendidikan Dan Latihan Olahraga Pelajar Daerah (PPLPD), dan Sekolah Khusus Olahraga (SKO) Tahun 2023 yang bertempat di GOR Oepoi Kota Kupang pada Rabu (12/06/2023).

Pembukaan Kejurnas Karate tersebut dihadiri oleh Asisten Deputi Sentra Pembinaan Olahraga Prestasi Kementerian Pemuda dan Olahraga RI Bayu Rahadian, Ketua Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) NTT Abraham Paul Liyanto, Penjabat Walikota Kupang George M. Hadjoh, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi NTT Hildegardis Bria Seran, Jajaran Forkopimda, para atlet karate dan tamu undangan lainnya.

Wakil Gubernur JNS dalam sambutannya meminta para atlet untuk bertanding dengan menjunjung sportivitas dan toleransi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kita harapkan adik-adik sekalian yang merupakan delegasi dari setiap daerah dapat bertanding dengan menjunjung _fair play_ dan sportivitas. Dengan juga menjaga toleransi dan persatuan dalam kebhinekaan kita sebagai wujud cinta tanah air,” ujar Wagub JNS.

“Atlet-atlet adalah wajah olahraga bangsa ini. Bertandinglah dengan jujur, junjung sportivitas agar kebersamaan dan persaudaraan kita tetap dijaga dengan baik. Wadah olahraga karate ini harus mampu mempersatukan kita dalam berbagai perbedaan,” kata Wagub JNS.

“Marilah kita bertanding sesuai aturan yang ada dan setiap atlet harus memegang prinsip to be a good loser, to be a good winner. Anda menang dengan sopan dan kalah dengan terhormat. Jangan berprinsip untuk mengandalkan segala cara atau curang untuk mendapatkan kemenangan. Karena yang kita harapkan adalah prestasi gemilang dari murni perjuangan atlet itu sendiri,” kata Wakil Gubernur.

“Yang harus kalian ingat adalah bahwa olahraga karate ini adalah seni bela diri, bukan asal bertarung atau berkelahi dengan cara yang “ngawur”. Seni bela diri artinya bertanding dengan perasaan, teknik yang menawan dan pola serta gerakan yang teratur dalam seni yang dipertunjukkan untuk bukan saja meraih prestasi namun juga juga menghibur masyarakat yang menonton,” jelas beliau.

“Kita tahu bahwa olahraga adalah usaha sadar yang dilakukan oleh manusia untuk mencapai kesegaran jasmani dan rohani serta mencapai prestasi bagi diri sendiri dan masyarakat. Artinya disini bahwa atlet harus berusaha untuk berprestasi dan mengharumkan nama daerah serta bangsa Indonesia,” tambah beliau.

Wagub Nae Soi juga memberikan apresiasi kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga RI yang telah mempercayakan Provinsi Nusa Tenggara Timur sebagai tuan rumah Kejurnas Karate tersebut.

“Terima kasih yang setinggi-tingginya atas kepercayaan yang diberikan Kemenpora RI kepada Provinsi NTT untuk melaksanakan Kejurnas Karate ini. Kita harapkan dari Kejurnas ini juga melahirkan atlet-atlet karate yang hebat dan mampu berprestasi dikancah nasional maupun internasional,” katanya.

Sejalan dengan hal itu, Asisten Deputi Sentra Pembinaan Olahraga Prestasi Kementerian Pemuda dan Olahraga RI Bayu Rahadian mengungkapkan Kejurnas Karate yang dilaksanakan ini untuk mendukung potensi atlet cabor karate.

“Dengan kejuaraan ini juga untuk memotivasi dan memberikan semangat berkompetisi bagi para atlet sehingga ke depannya dapat menghadirkan prestasi bagi negara sesuai dengan hasil yang kita inginkan dalam desain besar olahraga nasional,” kata Bayu.

“Saya tegaslan sekali lagi untuk tetap fair play, respect terhadap lawan dan taat terhadap peraturan dan juga ada friendship atau membangun keakraban diantara kalian,” tambahnya.

Untuk diketahui, Kejurnas Karate Antar PPLP, PPLPD, dan SKO Tahun 2023 ini diikuti oleh 24 sentra yakni 13 PPLP, 8 PPLPD, dan 3 SKO dari 18 Provinsi se-Indonesia, dengan jumlah peserta sebanyak 185 orang yang terdiri dari 119 atlet, 33 pelatih dan 33 official.

Terdapat 4 kelas yang dipertandingkan diantaranya Kata Perorangan SMP Putra dan Putri, Kata Perorangan SMA Putra dan Putri, Kata Beregu Putra dan Putri, dan Kumite Perorangan SMP dan SMA.

Adapun juga jumlah medali yang diperebutkan dalam event Kejuaraan Nasional Karate Tahun 2023 ini sebanyak 116 medali terdiri dari 29 Medali Emas, 29 Medali Perak dan 58 Medali Perunggu. (*)

Sumber: Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Berita Terkait

Evaluasi Pelaksanaan Program, IDRIP Provinsi NTT Gelar Rakor Triwulan IV
Dibangun Sejak Tahun 2020 Dengan Anggaran Rp. 173 Miliar, SPAM Kali Dendeng Kupang Diresmikan Presiden Jokowi
Diresmikan Presiden Jokowi, RS dr. Ben Mboi Kupang Miliki Fasilitas Canggih dan Cukup Lengkap
IDRIP Wilayah II NTT Bangun Ketangguhan Masyarakat Melalui Program DESTANA di Manggarai Barat dan Alor
Kemenkes Terapkan Inovasi Wolbachia Atasi Penyakit Demam Berdarah
IDRIP Provinsi NTT Kembali Gelar Rakor Triwulan III
Peringati Bulan Bahasa 2023, UCB Gandeng UNDANA Kupang Gelar Seminar International Linguistik Terapan
Kembalikan Jam Sekolah Menjadi Pukul 07.00 Wita, Pj Gubernur NTT Tinjau Kegiatan Belajar Mengajar di SMA Negeri 1 Kupang

Berita Terkait

Sabtu, 3 Februari 2024 - 22:58 WITA

Syukuran Tahunan, IPPAT dan INI Berbagi Kasih Kepada Anak-Anak Stunting di Desa Kesetnana

Selasa, 19 Desember 2023 - 11:12 WITA

Lantik 12 Pejabat Eselon II, Bupati TTS: Kita Harus Pertahankan Opini WTP

Minggu, 10 Desember 2023 - 23:03 WITA

Bupati TTS Hadiri Kegiatan Sosialisasi Transparansi PBJ Satuan Pendidikan dan Onboarding UMKM Lokal

Kamis, 7 Desember 2023 - 09:21 WITA

Pemkab TTS Raih Predikat B Akuntabilitas Kinerja Tahun 2023 Setelah Sepuluh Tahun Memperoleh Nilai CC

Selasa, 5 Desember 2023 - 23:52 WITA

Kepsek SMPN Nefotes: YASPENSI Beri Warna Tersendiri Dalam Pendampingan Literasi

Selasa, 5 Desember 2023 - 16:53 WITA

Hadiri Hari Bhakti PU, Bupati TTS Tegaskan ASN Harus Netral Pada Pemilu 2024

Sabtu, 2 Desember 2023 - 23:34 WITA

Upah Masyarakat Pekerja Jalan Rabat Belum Dibayarkan, Ini Penjelasan Kepala Desa Hoi

Rabu, 29 November 2023 - 17:29 WITA

Gigitan HPR di Kabupaten TTS Capai 2.132 Kasus, 11 Orang Meninggal Dunia

Berita Terbaru